Selasa, 12 Juli 2016

Day 3: Surtini



Mbak Sur...
Mbak Surtini...
Duduk sendiri sambil berseri
Bukan gila atau tak kontrol diri,
melainkan sedang bingung maksud hati,
mau diapakan sang pujaan hati

Mbak Sur...
Surtini,
Duduk manis dibawah mentari,
mengharap tuan tak jadi pergi

#30harimenulispuisi

Senin, 11 Juli 2016

Day 2: Kemungkinan yang Mblawur



"Kemungkinan munculnya dari macam macam...
ada yang berasal dari harapan, ada yang berasal dari kesombongan
Banyaknya mungkin dari kesombongan
Meramal diri seperti pencipta alam
Berani menyusun cerita padahal masih amatiran
lupa ya ada Tuhan?"

"Heh, apa katamu? berani beraninya menyingkirkan mereka mereka
yang membuat harapan
Harapan dibuat tidak semata mata seperti kesombongan
Melainkan izin dari Tuhan, hadiah rasa sayang"

#30HariMenulis Puisi


Sebelumnya saya baca blognya mbak Isaias Sadewa, penasaran soalnya. Setelah baca, mulailah kata-kata bermunculan, alhasil ini jadinya. Terkadang saya suka mikir, saat bikin puisi kadang banyaknya mblawur gitu. 

Boleh ditengok tulisannya : http://isaiassadewa.blogspot.co.id/

Minggu, 10 Juli 2016

Day 1: Alhamdulillah


Beruntunglah aku dikasihi dan dicintai alam semesta
Diingatkannya aku untuk terus belajar
Belajar menyukai apa apa yang aku benci
seperti halnya bangun pagi dan membaca

Mulanya adalah saat benciku terhadap membaca 
yang buat orang sekitarku geram
mulai dari cibiran, nasihat, 
semua saat itu menjadi belati paling menyakitkan

Hingga pada akhirnya menit yang menyadarkan
bahwa semuanya menjadi benar
cibiran-cibiran itu, nasihat-nasihat itu, pepatah, semuanya...
apa-apa yang aku saja sudah lupa bentuknya

sekarang aku suka membaca
be-a-ba-ce-a-ca BACA
#30HariMenulis Puisi

Diambil dari kesadaran jiwa, bahwa sesungguhnya benar jika manusia tidak boleh berhenti mencari ilmu. Ilmu dari manapun, dan apapun medianya. Hanya saja karena si penulis dulunya sangat tidak suka membaca, dan baru sadar akan pentingnya membaca di fase  young adult, yang mana dibaca sekitar dua puluh tahunan kesana, jadi yang ditonjolkan adalah mencari ilmu dengan membaca. 






Sabtu, 09 Juli 2016

Thirty days write poems



Early Sunday morning - Opening

Hello. I don't know what should i write first here, but I just want to let you know about my project in writing poem during thirty days (hmm, still confuse whether it will be uploaded everyday or randomly). Actually, this project was did by one of my childhood friend, Seruni, you can call her Uni, she wrote her thirty poems earlier on one of her social media. So...I'll try to follow it. Every poem will be written in italic at the center position. So, hope it will make you easy to differ it from the other celoteh.


Hi Uni! If you read this (I know you will read, cz i give the link to you, hahaha) I hope you support me, read my poems, and thank you for inspiring me.

-SDN, Seruni, Dian, Nia-

Jumat, 17 Juni 2016

Maaf, Tidak Tau

Jangan kau hancurkan sayang,
Jangan kau luluh lantakan
Jangan juga kau porak porandakan
Apalagi dengan nama kemaslahatan

Aku tau kau sedang kebingungan
Lupa arah, lupa tujuan
Malah terkadang kau tak tau jalan pulang, bukan?
Menanti orang menuntun ke jalan yang benar
Padahal maksud hidup bukan serendah itu sayang
Tiap orang harus berjuang 

Selasa, 24 Mei 2016

“Jika Maka” Logika Matematika


Jika sekiranya kau sedang membaca apa yang aku tulis
Maka biarkanlah fokusmu tak berubah haluan untuk terus membacanya
Jika kau setuju, maka biarkanlah aku membual tentang “JIKA dan MAKA”
Jika seandainya aku memposisikanmu sebagai puppet-ku
Kuharap kau terima dulu barang sebentar ya…
Jika misalnya kau berada dalam sebuah masalah yang membuatmu terpuruk
Maka mintalah orang membantumu untuk keluar dari masalah itu
Jika ternyata kau pikir orang disekitarmu tak mampu membantumu
Maka teruslah cari orang yang sekiranya bisa membanu keterpurukanmu
Tapi  jika seumpamanya kau tak temukan siapa dia dia yang mau membantumu
Maka berhentilah barang sebentar untuk merenungkan
Mungkin salahnya ada pada dirimu, yang buat mereka segan membantumu
Jika memang sekarang kau pura-puranya sedang berada di tengah tengah pasir hisap yang seperti digambarkan di film-film kartun…
Maka saranku, putarlah otakmu sedikit, berdo’a pada yang punya hidup barangkali Ia sudi membantumu…
Turunkan kepalamu, lapangkan dadamu, biar yang punya hidup iba padamu
Bagaimana jika ini tertimapa pada hidupku?
Maka ku minta ingatkan aku..


Sekian

Kamis, 05 Mei 2016

Seruku untuk Yuyun


Sendumumu menyeru alam
Teriak tapi tak pernah tersampaikan
Tertutup riuh gongongan yang kelaparan
Kemudian meringis ke dalam sebuah ratapan

Naas bukan kepalang
Ragamu terbelenggu oleh kebiadaban

Andaikan hal itu tak pernah datang...
Mungkin sekarang kau masih berjalan meraih impian